Pembentukan Kerangka Karbon dan Transformasi Gugus Fungsi
Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh
Hallo chems, pada blog kali ini saya akan membahas materi
kima organik III yakni “Pembentukan Kerangka Karbon dan Transformasi Gugus
Fungsi”
Baiklah pada pembehasan pertama kita akan membahas
tentang kerangka karbon, dimana tulang
punggung semua senyawa organik adalah kerangka karbon.
Kerangka
karbon adalah rantai atom karbon yang membuat senyawa organik.
Pada setiap atom
karbon dapat membuat empat ikatan, dengan seiring bertambahnya panjang
kerangka karbon, kemungkinan terjadi perubahan struktural, seperti struktur
cincin, ikatan rangkap, dan rantai samping bercabang.
Apakah kalian bertanya-tanya seperti apa kerangka karbon itu ? nah beriut penjelasannya.
|
|
Karakteristik pertama
adalah bentuk. Misalnya : kita bisa saja
memiliki rantai lurus, bercabang, atau kerangka cincin, tergantung pada senyawa
organik apa yang ingin kita
gambar.
Karakteristik
kedua adalah panjang, yang menjadi lebih jelas ketika kita melihat kerangka karbon rantai
lurus. Beradsarkan gambar, kita bisa membedakan antara rantai
yang panjanganya memiliki 3 atom karbon atau lebih, tentu saja panjangnya akan
berbeda.
Karakteristik
ketiga adalah lokasi dan jumlah ikatan rangkap. Kerangka karbon akan
berbeda tergantung di mana ikatan rangkap berada. Pada
penjelasannya yaitu
menunjukkan bahwa alkena sangat berbeda dari diena karena jumlah ikatan rangkap
yang ada dalam kerangka karbon.
Suatu gugus fungsi bisa diubah menjadi fungsi lain dari
macam-macam reaksi organik. Pada Suatu
molekul target disintesis dengan cara menyatukan fragmen molekul yang lebih
kecil agar bisa membentuk
molekul yang lebih besar atau sebaliknya memecah ikatan untuk mendapatkan dua
molekul yang lebih kecil dari suatu molekul.
Pada sintesis kerangka karbon kita bisa menjadikan potongan-potongan kecil yang bisa digabungkan kembali dengan reaksi pembentukan ikatan yang lainnya. Pada Kumpulan potongan dipecah menjadi potongan-potongan kecil, dan prosedur diulangi sampai potongan sesuai dengan kerangka karbon dari senyawa yang tersedia.
Transformasi Gugus Hidroksil
Pada reaksi diatas yaitu
interkonversi dari senyawa alkohol. Jika kita lihat yang bisa di interkonversi
menjadi suatu senyawa alkil halida yang mana pengubahannya menggunakan reaksi
subtitusi. Bisa juga
menggunakan suatu molekul H-X atau hidro halogen atau bisa juga melalui reaksi
eliminasi terkonversi menjadi suatu senyawa alkena. Ataupun bisa juga kita
ubah menjadi suatu senyawa eter dengan senyawa alkohol atau dengan menggunakan
alkil halida dengan reaksi eter william sehingga dia akan membutuhkan suatu
logam untuk membuat alkoksi dari suatu alkohol kemudian direaksikan dengan suatu akil halida maka
nanti hasil yang didapatkan
suatu senyawa eter atau kita bisa juga interkonversi menjadi ester dengan
menggunakan karboksilat atau dengan derivatnya .Yang mana alkohol dapat di
transformasi menjadi beberapa bentuk dengan berbagai reagen kita dapat mengubah
kembali menjadi suatu senyawa alkohol. Dalam
proses ini, gugus hidroksil berperan sebagai nukleofil. Pada skema diatas,
terlihat bilamana gugus hidroksil bereaksi terhadap HCl atau anhidra asamdapat mengalami konversi
menjadi ester, dapat pula menjadi eter dengan ion RO- bereaksi terhadap RX,
RSO2O−dan SO₄²-.
Transformasi Gugus Amino
salah satu sintesis dari pada
suatu Amina, yaitu Amina primer dengan reagen yang bisa digunakan dan diubah
menjadi Amina sekunder dimana bisa menggunakan suatu alkil
Halida. Pada proses ini menggunakan reaksi subtitusi. Amina sekunder bisa diubah
menjadi amina tersier dengan menggunakan suatu alkil Halida dengan konsep
subtitusi. Selanjutnya Amina tersier dapat diubah menjadi garam kuarterner
amina. Amida diubah menjadi suatu amida menggunakan asam karboksilat atau
piruvat karboksilat dengan konsep subtitusi asil. Contoh lainnya yaitu mengubah Amina primer yang nanti berikatan dengan suatu
aromatik dengan suatu reaksi yaitu suatu Ester asam anorganik. Amina bisa juga
diubah menjadi alkil halida.
Secara singkat,
pada skema di atas proses ini melibatkan amino sebagai nukleofil yang
bertransformasi menjadi NHR2, NR3 dan garam amonium kuartener bilamana bereaksi
dengan RX. Bisa juga bertransformasi menjadi amida ketika bereaksi dengan HCl
dan anhidra asam.
Permasalahan :
1. Pada alkohol dapat di transformasi menjadi beberapa bentuk dengan berbagai reagen kita dapat mengubah kembali menjadi suatu senyawa alkohol . bagaimana bisa diubah kembali menjadi senyawa alkohol tersebut ?
2.
Pada
blog, dikatakan bahwa pada transformasi gugus fungsi ini dapat menggunakan
reaksi subsitusi untuk mengubah suatu senyawa menjadi senyawa lainnya. Dari penjelasan
tersebut, bagaimana cara kita mengetahui reaski apa yang seharusnya kita
gunakan pada beberapa transformasi gugus tersebut ?
3.
Apakah
pada suatu transformasi gugus fungsi ini bisa menggunakan beberapa cara atau
reaksi pada satu proses transformasinya ?
Komentar
Posting Komentar